Kamis, 31 Desember 2015

Menjadi Profesi Guru yang Dibanggakan untuk mendukung motivasi belajar siswa

Siapa sih yang gak mau jadi kebanggakan siswa ? Menjadi kebanggaan siswanya adalah suatu hal yang sangat di idam-idamkan oleh semua Guru. Menjadi guru idaman siswa akan membuat siswa tersebut bahagia 20 tahun kemudian, karena kenangan yang direkam oleh anak-anak akan selalu terekam dalam ingatannya. Guru yang penuh dengan cinta mengisi ruang yang ditinggalkan orang tua yang bekerja dan kurang dapat mencurahkan perhatian yang cukup untuk anak mereka. Guru tidak hanya sekedar mengajar, mereka bisa menjadi seseorang yang penting yang membantu individu untuk tumbuh, mengerti dunia dan mengerti diri mereka sendiri.
Demi  kelangsungan dan keberhasilan proses belajar mengajar bukan hanya dipengaruhi oleh faktor intelektual yang di miliki oleh siswa saja, melainkan juga oleh faktor-faktor nonintelektual lain yang tidak kalah penting dalam memotivasi belajar seseorang. Motivasi belajar sangatlah penting dalam kegiatan belajar mengajar. Sebab dengan adanya motivasi  akan mendorong semangat belajar siswa. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Seorang siswa yang belajar tanpa motivasi tidak akan berhasil dengan maksimal. Salah satunya agar memunculkan motivasi siswa yaitu menjadi guru yang di banggakan siswanya. Jika kita tidak dapat menarik perhatian siswa maka kita tidak akan bisa menjadi guru yang di banggakan siswanya. Menjadi guru yang kurang menarik perhatian maka siswa akan merasa bosan. Bosan akan memicu siswa untuk tidak semangat lagi dalam belajar akibatnya prestasi siswa akan menjadi turun dan tidak maksimal lagi.
Siapa juga sih yang tidak mau jika siswa anda masih menghubungai anda  meskipun sudah bertahun-tahun ia sudah tidak menjadi siswa anda? Mengapa siswa selalu mengingat dan menempatkan gurunya dalam posisi yang istimewa? Pasti semua guru mau kan jadi guru yang di banggakan siswanya..
Lalu bagaimana agar kita sebagai calon guru agar menjadi guru yang sangat di banggakan oleh siswanya? Menyenangkan bagi siswanya ? agar prestasi siswanya menjadi maksimal?
Menjadi seorang guru yang selalu di banggakan siswanya tidaklah sangat mudah seperti yang kita bayangkan. Tetapi jika kita sudah mempunyai niatan dan terus berusaha untuk menjadi guru yang di banggakan siswanya pasti kita dapat meraihnya. Gaya bicara, berpenampilan kita akan ikut berbicara dan akan dinilai oleh siswa kita. Sehingga penampilan, gaya bicara, antusias dikelas juga dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Faktanya jika kita memiliki gaya bicara yang kasar, mengajar tidak menggunakan perasaan dan hati yang lembut maka siswapun akan menjadi malas dengan guru tersebut. Menjadi guru yang di banggakan adalah guru yang mampu mengalihkan situasi dari yang membosankan hingga menjadikan situasi menjadi senang dan menjadi pusat perhatian siswanya. Dan dalam pelajarannya guru mampu memberikan berbagai macam materi – materi yang sangat menarik dengan mengembangkan kreativitasnya untuk anak-anak. Mengajar itu menyangkut bentuk hubungan unik antara guru dan siswanya, bentuk yang bisa dialami namun tidak sepenuhnya bisa didefinisikan, mengapa sulit didefinisikan? Karena mengajar tidak sekedar kerja tidak sekedar mengajar karena mengajar menggunakan otak namun juga menggunakan hati yang lembut dan juga perasaan. Bisa kita bayangkan jika seorang guru yang mengajar tidak menggunakan hati dan perasaan, tidak menggunakan kecintaannya pada  murid dan juga pekerjaannya maka siswanya akan merasa malas dan tidak mempunyai motivasi dalam belajarnya alhasil siswa tersebut tidak akan berhasil.
Mengajar dengan cinta merupakan modal yang penting untuk menjalani profesi sebagai guru. Mencintai profesi sebagai guru akan semakin mulia ketika ia didasarkan oleh kepatuhan pada sang pencipta, sehingga pekerjaannya menjadi sebuah ibadah. Ketika hal itu sudah  menjadi motivasi maka ia akan menghargai pekerjaannya , memberikan yang terbaik, tidak pernah berhenti untuk dapat menyuguhkan yang terbaik serta memuliakan pekerjaannya sehingga dapat menjadi guru yang selalu di banggakan oleh siswanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar