Siapa sih
yang gak mau jadi kebanggakan siswa ? Menjadi kebanggaan siswanya adalah suatu
hal yang sangat di idam-idamkan oleh semua Guru. Menjadi guru idaman siswa akan
membuat siswa tersebut bahagia 20 tahun kemudian, karena kenangan yang direkam
oleh anak-anak akan selalu terekam dalam ingatannya. Guru yang penuh
dengan cinta mengisi ruang yang ditinggalkan orang tua yang bekerja dan kurang
dapat mencurahkan perhatian yang cukup untuk anak mereka. Guru tidak hanya
sekedar mengajar, mereka bisa menjadi seseorang yang penting yang membantu
individu untuk tumbuh, mengerti dunia dan mengerti diri mereka sendiri.
Demi
kelangsungan dan keberhasilan proses belajar mengajar bukan hanya dipengaruhi
oleh faktor intelektual yang di miliki oleh siswa saja, melainkan juga oleh
faktor-faktor nonintelektual lain yang tidak kalah penting dalam memotivasi
belajar seseorang. Motivasi belajar sangatlah penting dalam kegiatan belajar
mengajar. Sebab dengan adanya motivasi akan mendorong semangat belajar
siswa. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Seorang siswa yang
belajar tanpa motivasi tidak akan berhasil dengan maksimal. Salah satunya agar
memunculkan motivasi siswa yaitu menjadi guru yang di banggakan siswanya. Jika
kita tidak dapat menarik perhatian siswa maka kita tidak akan bisa menjadi guru
yang di banggakan siswanya. Menjadi guru yang kurang menarik perhatian maka
siswa akan merasa bosan. Bosan akan memicu siswa untuk tidak semangat lagi
dalam belajar akibatnya prestasi siswa akan menjadi turun dan tidak maksimal
lagi.
Siapa juga
sih yang tidak mau jika siswa anda masih menghubungai anda meskipun
sudah bertahun-tahun ia sudah tidak menjadi siswa anda? Mengapa siswa selalu
mengingat dan menempatkan gurunya dalam posisi yang istimewa? Pasti semua
guru mau kan jadi guru yang di banggakan siswanya..
Lalu
bagaimana agar kita sebagai calon guru agar menjadi guru yang sangat di
banggakan oleh siswanya? Menyenangkan bagi siswanya ? agar prestasi siswanya
menjadi maksimal?
Menjadi
seorang guru yang selalu di banggakan siswanya tidaklah sangat mudah seperti
yang kita bayangkan. Tetapi jika kita sudah mempunyai niatan dan terus berusaha
untuk menjadi guru yang di banggakan siswanya pasti kita dapat meraihnya. Gaya
bicara, berpenampilan kita akan ikut berbicara dan akan dinilai oleh siswa
kita. Sehingga penampilan, gaya bicara, antusias dikelas juga dapat
mempengaruhi minat belajar siswa. Faktanya jika kita memiliki gaya bicara yang
kasar, mengajar tidak menggunakan perasaan dan hati yang lembut maka siswapun
akan menjadi malas dengan guru tersebut. Menjadi guru yang di banggakan adalah
guru yang mampu mengalihkan situasi dari yang membosankan hingga menjadikan
situasi menjadi senang dan menjadi pusat perhatian siswanya. Dan dalam
pelajarannya guru mampu memberikan berbagai macam materi – materi yang sangat
menarik dengan mengembangkan kreativitasnya untuk anak-anak. Mengajar itu
menyangkut bentuk hubungan unik antara guru dan siswanya, bentuk yang bisa
dialami namun tidak sepenuhnya bisa didefinisikan, mengapa sulit didefinisikan?
Karena mengajar tidak sekedar kerja tidak sekedar mengajar karena mengajar
menggunakan otak namun juga menggunakan hati yang lembut dan juga perasaan.
Bisa kita bayangkan jika seorang guru yang mengajar tidak menggunakan hati dan
perasaan, tidak menggunakan kecintaannya pada murid dan juga pekerjaannya
maka siswanya akan merasa malas dan tidak mempunyai motivasi dalam belajarnya
alhasil siswa tersebut tidak akan berhasil.
Mengajar
dengan cinta merupakan modal yang penting untuk menjalani profesi sebagai guru.
Mencintai profesi sebagai guru akan semakin mulia ketika ia didasarkan oleh
kepatuhan pada sang pencipta, sehingga pekerjaannya menjadi sebuah ibadah.
Ketika hal itu sudah menjadi motivasi maka ia akan menghargai
pekerjaannya , memberikan yang terbaik, tidak pernah berhenti untuk dapat
menyuguhkan yang terbaik serta memuliakan pekerjaannya sehingga dapat menjadi
guru yang selalu di banggakan oleh siswanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar