Manusia,
sebagai kodratnya memang makhluk yang selalu mempunyai permasalahan dengan
kompleksitas yang sangat tinggi. Harus mempunyai visi, harus memiliki misi
dalam menjalani segi-segi kehidupan yang mungkin kurang bersahabat ini. Manusia
terlahir dengan sosok yang dinamis, penuh impian, penuh harapan, penuh
semangat, penuh keberhasilan dan yang terakhir yang paling tidak manusia
inginkan adalah penuh dengan “gundah gulana, galau” dan penuh kegagalan.
Ya, sekarang
kata ini sedang lagi trend di dunia pertemanan Indonesia “Gundah Gulana,
Galau”. Gundah Gulana / Galau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
ga-lau a, ber-ga-lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak karuan
(pikiran); ke-ga-lau-an n sifat (keadaan hal) galau.
Ketika
keadaan atau kenyataan tidak sesuai dengan yang manusia inginkan atau harapkan
maka akan menjadi sebuah masalah bagi diri manusia itu sendiri. Lantas apa yang
harus dilakukan? Masalah demi masalah selalu siap menghantui kehidupan
manusia. Tidak pandang bulu siapa yang diserangnya, bisa orang dewasa, orang
yang tua bahkan anak usia remaja. Ada banyak cara dalam upaya untuk meredam,
meringankan masalah yang ada. Ada yang dengan melakukan curhat kepada orang
yang disayangi atau dipercayainya, berteriak keras ditempat sepi dan luas,
hingga memecahkan sesuatu barang, atau yang lebih ekstrim lagi dengan melakukan
tindakan yang melanggar hukum (minum-minuman keras, dll).Curhat? Ok-ok saja,
tapi jangan tidak pada tempatnya yang akhirnya dapat membuka aib seseorang dan
dapat menggunjing, misalkan curhat dengan update status via facebook.
Berteriak-teriak keras? Hmm… Kalau ketahuan orang kan jadinya bisa dianggap
orang gila, hehehe plus buat ganggu orang lagi. Sesuai dalam Qur’an di mana
Allah SWT lebih suka dengan manusia yang lebih mempelankan suaranya dan justru
tidak mengeraskannya. Memecahkan barang? Bagaimana jika yang dipecahkan
perabotan milik istri atau Ibu?, pasti akan tercipta dua masalah lagi bahkan
tiga karena harus menggantinya dengan uang kantong yang ternyata sedang kosong.
Hehehe. Mabuk? Hmm… Saya rasa dan sarankan “JANGAN”! Ayolah jangan mau untuk
menuruti nafsu setan sesaat yang jelas tujuannya mereka ingin mengajak manusia
untuk ikut bersama mereka di neraka jahannam. Na’udzu billahi mindzalik… Kata
orang yang sudah melakukan hal-hal semacam itu bilang, “Kalau punya masalah
kita mabuk aja, kita minum pil aja, nanti pikiran akan menjadi nyaman seperti
terbang tanpa beban dan masalah pun jadi hilang”. Saya berpikiran kalau manusia
macam seperti itu terlalu takut akan masalah yang dihadapi dan sudah merasa
menyerah serta akhirnya mereka memutuskan untuk bergabung di kubu setan.
Ayyolahhhbuddy, sobat dan sahabat di manapun… Janganlah kalian melakukan
hal buruk semacam itu ketika memang dirasa sudah menyerah! Jangan melakukan hal
yang ingin menyelesaikan masalah dan justru itu menambah rentetan panjang
masalah. Kalau setelah mabuk, hilang kesadarannya dan kemudian melakukan
pemukulan? Tindakan asusila? Dll? Bukannya itu menambah masalah yang ada?!!
Kesimpulannya,
menurut saya, “Dalam Kamus Besar orang sukses tidak ada kata menyerah dan
penyesalan yang tiada akhir”. Dari setiap yang manusia harapkan pasti selalu
saja ada kendala, selalu saja ada masalah. Orang sukses memiliki perjalanan
hidup yang panjang dan penuh liku ibarat tidak ada nahkoda yang hebat di laut
yang tenang. Jangan mau diperdaya untuk masuk dalam jebakan kenikmatan nafsu
setan sesaat yang deritanya sangat amat berat dan lama. Lakukan dengan kerja
keras/berusaha dilanjutkan berdoa dan kemudian tawakkal. Sesuai dengan Quran
Surat Ar-Ra’d ayat 11, yang artinya "Sesungguhnya Allah tidak akan
mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang
pada diri mereka".
Referensi:
AlQuran
http://kamus.sabda.org/kamus/galau/
http://kamus.sabda.org/kamus/galau/
WAU BAGUS SEGERA MENULIS LAGI...SEMOGA SUKSES
BalasHapusAminn YaRabbal Allamin. terima kasih pak edy
BalasHapus